info@smasoedirman24.sch.id

+ (021) 8400387

“Menguatkan Visi, Menyatukan Langkah” Retreat Pimpinan dan Staf SMA Islam PB Soedirman Cijantung Jakarta Tahun Pelajaran 2025/2026

“Menguatkan Visi, Menyatukan Langkah” Retreat Pimpinan dan Staf SMA Islam PB Soedirman Cijantung Jakarta Tahun Pelajaran 2025/2026

Pada kondisi saat ini, SMA Islam PB Soedirman Cijantung Jakarta sebagai lembaga pendidikan Islam terus berupaya menjawab tantangan masa depan dalam membentuk generasi muda yang progresif, berkarakter, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Upaya tersebut diwujudkan melalui penerapan nilai-nilai keislaman yang terintegrasi dengan peningkatan kualitas sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan retreat pimpinan dan staf bersama pengurus komite sekolah.

Kegiatan retreat ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di Foothill Resort Sentul, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan visi dan misi sekolah yang kemudian dituangkan ke dalam strategi pencapaian program berkelanjutan. Selain itu, retreat ini menjadi sarana pembinaan karakter, penguatan kebersamaan, serta refleksi diri bagi seluruh bidang di lingkungan sekolah.

Retreat diikuti oleh 20 peserta, termasuk pengurus komite sekolah, yakni Ketua Komite Dr. Muhammad Saparudin, MM, dan Sekretaris Komite Ibu Septiyani Handayani. Dalam pesannya, Ketua Komite menekankan pentingnya membangun kebersamaan antarbidang sebagai fondasi utama dalam mencapai tujuan sekolah. Kebersamaan tersebut diupayakan melalui kegiatan retreat yang berlangsung dalam suasana tenang dan kondusif, jauh dari rutinitas sekolah sehari-hari, sehingga para peserta dapat lebih fokus pada proses pembelajaran diri serta penyusunan strategi pengembangan kualitas sekolah di masing-masing bidang.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Sekolah, Bapak Drs. Suroto, yang menyampaikan refleksi berupa evaluasi kinerja bidang dengan merenungkan peran, sikap, dan komitmen setiap bidang dalam menjalankan program sekolah. Melalui refleksi ini, Kepala Sekolah berharap tercipta suasana kebersamaan yang lebih terbuka, sehingga setiap bidang dapat saling berbagi pengalaman, harapan, serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tanggung jawab berdasarkan target program yang telah ditetapkan.

Dengan perencanaan program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, setiap bidang diharapkan mampu mencapai tujuan secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas sekolah di tengah dinamika dunia pendidikan saat ini. Target pencapaian tahunan melalui skema kepemimpinan kepala sekolah menjadi bentuk akuntabilitas sekolah kepada para pemangku kepentingan. Peran kepala sekolah dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang berintegritas menjadi titik acuan dalam membangun organisasi sekolah yang solid, profesional, dan penuh dedikasi.

Dalam penyampaiannya, Kepala Sekolah juga memberikan analogi tentang seorang tukang batu yang bekerja hanya dengan mengikuti instruksi tanpa memahami makna dan tujuan pekerjaannya, layaknya robot yang sekadar menjalankan perintah. Pekerjaan yang dilakukan tanpa pemahaman hanya akan berakhir pada kata “selesai” tanpa makna. Sebaliknya, pekerjaan yang dilakukan dengan kesadaran, pemahaman, kreativitas, dan tujuan akan melahirkan rasa tanggung jawab serta sense of belonging terhadap tugas yang diemban. Oleh karena itu, momen refleksi menjadi bagian yang paling bermakna dalam kegiatan ini, di mana setiap bidang diajak untuk mengevaluasi kembali peran, sikap, dan komitmen sebagai pendidik dan tenaga kependidikan.

Hasil dari kegiatan retreat ini diwujudkan dalam tindak lanjut program kerja di setiap bidang yang diharapkan berdampak langsung pada keberhasilan para murid. Program-program tersebut bertujuan untuk membantu murid mengenali potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan motivasi berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. Dengan demikian, murid diharapkan mampu membangun karakter kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan pembelajaran, aktif dalam kegiatan sekolah, serta menjadi teladan bagi teman sebaya. Hal ini turut menciptakan iklim sekolah yang positif, tertib, dan kolaboratif.

Seiring dengan meningkatnya kualitas sumber daya sekolah, berbagai program pendidikan dapat diwujudkan secara lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi para murid. Lingkungan sekolah yang solid dan berintegritas menjadi penggerak utama kegiatan-kegiatan positif, mendukung visi dan misi sekolah, serta membangun budaya sekolah yang unggul, berkarakter, dan berorientasi pada keberhasilan pendidikan.